Thursday, November 11, 2010

meet : Obama !

Rabu kemarin, yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2010, adalah salah satu hari terbaik bagi saya. Di hari yang cerah itu, saya berkesempatan untuk mendengarkan kuliah umum di balairung UI. Kuliah umum memang sudah biasa saya dapatkan dari orang-orang hebat di negeri ini setelah saya diterima di Universitas dambaan ini, puji syukur Alhamdulillah. Namun, kali ini yang menguliahi saya bukan orang sembarang orang, beliau tak lain dan tak bukan adalah presiden Amerika Serikat, yang tersohor itu : Barack Obama ! Bayangkan bagaimana bahagia bukan kepalangnya saya.


Rencana kedatangan Obama ke UI sudah terdengar dari beberapa minggu sebelumnya. Ia datang ke UI untuk memberikan kuliah umum dalam rangkaian lawatan kenegaraannya ke Indonesia. Saya, pada saat mulai mendengar desas desus ini, tidaklah langsung berjingkrak-jingkrak berambisi untuk bisa menghadiri kuliah umum ini, tetapi besar sekali harapan diri saya untuk hadir dan bertemu langsung dengan Obama. Mendapatkan tiket untuk menghadiri publec (public lecture) ini sendiri butuh sedikit ke-ngoyo-an. Pada hari Senin, saya bersama Zahara mendaftar ke Mahalum FEUI untuk mengikuti publec ini, saya bahkan sampai ngotot menanyakan ini itu kepada petugas mahalum. Bisa dibilang, kamilah orang pertama yang mendaftar ke Mahalum setelah mencari informasi, selang lama kemudian teman-teman lain pun ikut mendaftar. Malam harinya, saya mulai kaget mendengar beberapa teman yang bahkan mendaftar setelah saya sudah ditelfon oleh pihak kampus. Tak mau berdiam diri, saya menanyakan hal ini kepada teman-teman yang sudah ditelfon. Kemudian saya nekat meng-sms pak Banu, manajer Mahalum FEUI (kalau tidak sala) cukup akrab dengan mahasiswa. Selang beberapa waktu kemudian, akhirnya saya ditelfon ! Leganya. Namun dalam penelepon dikatakan bahwa akan ada seleksi nama yang dilakukan oleh pihak US Embassy, terhadap nama-nama yang berbau Arab. Hal ini sempat menjadi gosip yang kencang kemarin. Keesokan harinya, teman-teman saya mulai banyak yang mendapat sms konfirmasi bahwa mereka bisa mengikuti kuliah umum Obama, bahkan teman-teman yang hari sebelumnya tidak ditelfon seperti Zahara. Saya sendiri sampai pukul 23.00 belum mendapatkan sms tersebut dan mulai hopeless dan kecewa. Namun tak disangka-sangka, pada pukul kurang lebih 23.30 sms yang ditunggu datang juga. I WAS OFFICIALLY GET THE CHANCE TO MEET MR. OBAMA !
-pagi2 dan nunggu
The next morning, I woke up at 3.30 and went to UI at 5.15. Saya diturunkan di gang Kober karena dalam peraturannya para peserta diharuskan berkumpul hanya di stasiun UI. Dari stasiun UI, saya dan teman-teman lainnya berjalan ke Balairung melewati rute yang cukup tidak biasa. Saya bersama Vinny dan Agita. Rute yang kami tempuh adalah Stasiun UI-Balhut-FIB-Fasilkom-Bunderam-Menara Air-Gedung Rektorat. Kemudian hal yang harus kami tempuh adalah menunggu selama kurang lebih 2 jam di luar komplek rektorat-balairung, bersama peserta-peserta lain, panas-panasan, berdesakan. Kami melewati proses penjagaan yang cukup ketat sebelum akhirnya diperbolehkan masuk ke Balairung.

-masuk balairung ketemu org keren
Sesampainya di Balairung, saya dan teman-teman mendapat tempat duduk di sisi kanan atas dari sisi Obama berpidato. Lagi-lagi kami harus menunggu. Namun situasi ini cukup ditolong oleh kondisi balairung yang tiba-tiba menjadi berAC. Hal utama dari proses menunggu di Balairung ini yang saya sukai adalah, saya bisa melihat dan menandai orang-orang terkenal dari atas ! Dari deretan bangku VVIP saya hampir tidak bisa mengenali siapapun, hanya Desi Anwar. Belakangan diketahui bahwa barisan bangku VVIP ini ditujukan untuk mahasiswa pertukaran pelajar atau semacamnya. Di deretan bangku belakang VVIP atau sebut saja VIP, saya baru melihat banyak wajah-wajah yang saya kenali. Terlihat politikus PAN, Bima Arya, berbincang-bincang dengan Imam Prasojo sosiolog UI dan Bara HAsibuan, pengamat hubungan Indonesia-AS. Terlihat juga Linda Agum Gumelar, Wakil ketua DPR Melani Leimena, Siti Fadilah Supari duduk berdampingan. Tina Talisa dan politikus PAN Chicco Hakim terlihat di belakang mereka. Dari barisan jurnalis, ada Putra Nababan, Arief Suditomo, daaaan Jason Tedjasukmana ! For me personally, beside Obama, Jason is my star for that day. Jason ini adalah mantan anchor bahasa Inggris RCTI jaman 90an dulu ;) Benar-benar hiburan banget liat om satu ini dari atas selagi nunggu Obama. Selain itu, kedatangan Pak Habibie juga bisa dibilang menyenangkan. Beberapa bagian di balairung cukup heboh melihat kedatangan Presiden ke-3 Indonesia ini. Orang-orang di barisan VVIP sibuk mnegabadikan gambar dari pak Habibie dan mahasiswa dan orang-orang di tribun balairung langsung mengalihkan perhatiannya ke Pak Habibie. Pak Habibie benar-benar mencairkan suasana, apalagi ketika beliau merekam seisi ruangan melalui handycam seraya melambaikan tangan. Orang-orang di tribun balik menyapa dan memberikan lambaian tangan kembali kepada pak Habibie.
-obama datan
Kira-kira setengah jam kemudian, Obama pun dataaang ! masuk ke panggung balairung diikuti dengan sorak sorai semuaaa audiens. Mungkin dari kita semua disana suadah banyak orang-orang yang sudah biasa ketemu orang penting sekelas Barack Obama. However, saya yakin banget masih lebih banyak audiens yang baru pertama kalinya mendapat kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan seorang kepala negara. Bahkan sejujurnya Obama adalah kepala negara pertama yang pernah saya temui, kepala negara Indonesia pun satu pun belum pernah ada yagn saya temui secara langsung. Yang saya agak kaget adalah, Obama is not that black you know ! bahkan menurut gw kulitnya sangat cerah, dan pastinya karena auranya juga.

Pidato Obama sendiri berlangsung selama 30 menit passs. Beginning pidatonya beliau isi dengan beberapa gimmick bahasa Indonesia seperti " Pulang Kampung Nih!" dan lain-lain gw lupa. Kemudian pas udah mulai serius, pidatonya berisi tentang bagaimana Amerika mempunyai stake dalam kemajuan Indonesia, tentang Indonesia bagian dari dirinya, bagaimana Ibunya dan Indonesia, dan lain-lain. So far sih kata orang-orang pidatonya bagus. Saya yang waktu itu berada disana langsung, dengan kemampuan listening yang not bad not that good juga, agak miss berapa bagian gitulah. Begitu selesai, Obama turun panggung dan ngasi kesempatan salam-salam gitu sama orang-orang yang duduk di bangku VVIP, seru abis. Dan saya baru tau pas balik pulang, taunya itu diluar rencana lho.


-keluar dan foto ama jason
Nah nah nah, ini sekaraaaang bagian pentingnya. Oke saya emang rabu itu gak foto sama Obama, tapi foto sama ooom Jason Tedjasukmana ! Kejadiannya itu pas seselesainya pidato Obama, orang-prang keluar dari Balairung. Gw minta ditemenin Diandra untuk ketemu orang-orang terkenal buat diajak foto bareng. Then I followed the line buat orang-orang yang tadinya duduk di barisan vip. Ternyata, di sisi sampin seberang saya dan diandra ada om Jasoon dan Arief Suditomo, langsung, dengan adrenalin-pemimpi-yang-gigih saya langsung nyamperin om Jason

Me : Jasoon ! May I take a photo with you ?
Jason : Oh Sure
Me : kerja dimana sekaraaang ? I used to watch you when I was a kid lhoo
Jason : Oh woow *kalo gak salah* sekarang kerja di Times
Me & Jason : foto bareng difotoin diandra
Me : My name is Naila, I'm from here, from the Faculty of Economics
Jason : Wow that's great, sorry I have to cath the bus
Me : Thankyouu, nice to meet you !


*setidaknya begitulah conversationnya* *aduh gw kucel banget* -_____-





Wow I was so happy ! Thankyou jugaa buat diandra mau nemenin saya nyari mangsa, hahahahaa ;p *kejadian : lebih dari sebulan yang lalu, diposting baru sekarang*

No comments: