Saturday, January 19, 2013

SELOW VACAY : memorable Jogja Trip (DAY 2)

Di hari kedua ini, saya dan mama berkesempatan untuk mengunjungi : SOLO...... ! Dari awal mau ke Jogja, mama emang semangat pingin ke Solo. Fortunately, tante Didit juga rekomendasiin kita untuk ke Solo dan pas banget om Aan ada rencana meeting disana. Jadilah hari kedua trip ini kita habiskan di Solo.

Kita berangkat jam 8-9an dari jogja. Setelah 1 jam perjalanan yang saya habiskan dengan tiduuur, sampailah kita di Solo :D Rencana di Solo itu mama pingin cari batik, sementara saya lebih pingin lihat kotanya dan foto-foto. Tadinya kita rencana ke Pasar Klewer, eh setelah browsing-browsing sehari sebelumnya turns out Pasar Klewer itu.... pasar banget :') Atas rekomendasi tante Didit, kita mutusin untuk ke PGS aja, Pusat Grosir Solo.

Anyway, Solo kotanya cantik, saya suka ! rapih ya, tertata. Terus pusat kotanya cantik, ada gedung tua Bank Indonesia disebelah gedung barunya yang lebih futuristik. Selain itu kotanya juga cukup rindang, banyak becak (yaiyalaah), dan lain-lain. Di sepanjang perjalanan, om Aan dan pegawainya yang jadi tour guide kita banyak cerita tentang kota ini. Ternyata, Solo jadi seperti ini sejak masa pemerintahannya pak Jokowi. Semua orang di Solo suka dan respek lah sama beliau. Banyak yang ditertibkan dan juga dirapihkan. Salut ! Sampai-sampai saya ngetwit "Pak Jokowi, tular-tularin lah ke Jakarta..." hehehe.

Pusat Grosir Solo sendiri lebih seperti ITC yaa, kebanyakan pedagang-pedagangnya sendiri jual batik. Pas sampai disini I was like "....." tempatnya jauh lebih tertata ya daripada Pasar Beringharjo, tapi barang-barangnya sendiri, kalo menurut kacamata saya yang awam dan sekelebat, yaa bolehlah tapi not that special :') Tetapi, kalau kita agak lebih rajin cucimatanya, ketemu aja kok kios baju batik yang udah mengarah ke stylish seperti di Thamrin City :D. Kios kain batik juga ada yang lucu. Ujung-ujungnya, mama malah dapet beberapa kemeja batik untuk oleh-oleh adek-adek.

Lalu, gimana dengan rencana foto-foto saya ? Nggak jadi :) waktu itu udah jam-jam makan siang dan karena satu dan lain hal jadinya gak feasible aja berhenti-berhenti untuk saya ambil foto. But overall, nggak apa-apa banget. I enjoyed the city dan walaupun ngga foto-foto, memorinya terekam di otak saya kok ;)

Pas makan siang ini kita ditraktir oleh om Aan di restoran bernama Goela Klapa. Restoran ini cantik sekali, dengan gaya arsitektur zaman kolonialnya. Turns out, ternyata si Om lah desainer interior dari restoran ini. Nuansanya juga dapet banget. Begitu masuk, kita disambut sama seseorang berpakaian tentara Belanda kolonial.  I was wow-ed a lot there, I enjoyed our visit to this restaurant. Makanannya sendiri cukup worth the price. Saya memesan nasi bakar yang disajikan dalam hotplate, enak ! Begitu juga dengan minumannya, yang juara menurut saya itu es Kencana Ungu ! A MUST TRY ! Esnya lebih ke segar rasa buah gitu, nggak bersantan. Warnanya ungu dan disajikan dengan berbagai macam jelly dan buah warna-warni kalo ngga salah. Jadi, nggak rasanya aja yang 'menyenangkan', penampilannya pun cantik :) Pas makan siang ini, si Om banyak cerita tentang perjuangannya dari 0 sampai sukses seperti sekarang. Ceritanya benar-benar inspiratif, tipikal cerita perjalanan orang-orang sukses lah. It was such a great quality talk, dimana mama emang hobi jadi interviewer, dan saya sendiri enjoy jadi pendengar yang baik. Selain itu, cerita-cerita om Aan ini banyak memberi perspektif lain bagi saya. Mengenai kehidupan nyata entrepreneur, lumayan berbeda lah sama kehidupan saya yang sehari-hari tercekoki mindset corporate-workers. Oh ya, dari percakapan ini saya juga menemukan hal-hal yang sudah akrab dengan kehidupan kampus saya sehari-hari. Bagaimana si Om tiba-tiba membahas tentang rasio-rasio yang saya pelajari di kelas seperti ROI; ROE; Break Even, sampai life skills yang erat hubungannya dengan kehidupan organisasi yang saya lakoni setahun kemarin seperti managing people; mengerti sifat orang; pendelegasian tugas; dan sebagainya. Salut pokoknya sama sepupu papaku yang satu ini.

Kita balik ke Jogja sekitar jam 3 sore, dan intinya we spent the rest of the day di rumah Om dan Tante aja yang memang sudah seperti resort ini. Ngobrol-ngobrol seru sama tante Didit, wah pokoknya tante ini juga role model sekali. Cantik luar dalam, ibu rumah tangga yang boleh saya bilang perfect, ramah, dan ternyata lucu pula kalo cerita-cerita gini. Dapet inspirasi lagi, nih. Saya jadi terinspirasi jadi ibu rumah tangga yang baik juga, secara selama ini mikirnya mau jadi career woman banget, hahaha.

So, that's the story of hari kedua di Jogja. Waktu itu feel liburannya udah dapet, cuma belom klimaks. Bersambung ke post berikutnya yaaa ;)

No comments: